Bebera Tips Nikah Hemat Di Masa Pandemi Covid-19

Bagi banyak orang, pernikahan merupakan momen sakral yang menandai dimulainya babak baru dalam hidup. Oleh karena itu, ikrar perkawinan tidak pernah merupakan peristiwa yang tiba-tiba, melainkan direncanakan dan diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlupakan dan diingat selamanya.
Mereka bahkan siap menggunakan tabungan mereka untuk pesta dan mengundang hadirin terdekat untuk hadir.

Tapi pernikahan tidak selalu harus mahal. Selama pandemi Covid-19, konsep acara disederhanakan tanpa mengkhawatirkan gosip.
Anggaran yang dikeluarkan juga dapat dikurangi sehingga uang yang disediakan oleh kedua mempelai dapat dihemat untuk kebutuhan pasca nikah.
Jika Anda salah satu dari mereka yang ingin segera menikah, berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan:

1. Tentukan dengan cermat jumlah undangan
Pada pesta pernikahan atau resepsi, jumlah undangan yang dibagikan terkadang tidak berbanding lurus dengan jumlah tamu yang datang. Bisa jadi dua kali lebih banyak tamu.

Karena undangan bisa mewakili sebuah keluarga yang rata-rata terdiri dari tiga orang yaitu suami, istri dan anak.

Lihat juga: Strategi Pengelolaan Uang Bebas Hutang
Namun, selama pandemi ini, kemungkinan besar terjadi sebaliknya. Jumlah tamu yang datang mungkin lebih sedikit dari jumlah undangan yang dibagikan karena masyarakat masih mengkhawatirkan tingginya angka Covid-19 dan memilih untuk menghindari keramaian.

Menurut perencana acara creativethinking.co, Fiqih Hadi perlu berhati-hati saat menentukan jumlah undangan. Hal ini penting untuk menghindari banyaknya tamu yang datang.

Selain itu, protokol kesehatan yang harus dijalankan selama acara sangat ketat, mulai dari memakai sarung tangan dan masker hingga menjaga jarak.

Di sisi lain, penentuan undangan yang cermat sangat diperlukan agar hidangan dan oleh-oleh yang disiapkan oleh kedua mempelai tidak mubazir. Idealnya, menurut Fiqh, undangan hanya dibagikan kepada keluarga calon mempelai, serta teman-teman terdekatnya.

“Selama pandemi ini, masyarakat ingin konsepnya tetap berjalan tetapi menggunakan protokol kesehatan dan konsepnya adalah pernikahan intim yang hanya dihadiri orang terdekat,” ujarnya.

2. Ringkas agenda

Penting juga untuk mengoptimalkan waktu dan durasi acara guna penyelenggaraan resepsi pernikahan di era pandemi Covid-19. Karena ini terkait dengan biaya sewa gedung atau lokasi resepsi.

Semakin lama waktu implementasinya, semakin mahal biayanya. Selain itu, dengan jumlah tamu undangan yang lebih sedikit, sepertinya tidak butuh waktu lama untuk acara seperti sapa dan foto bersama.

Pertimbangan lainnya adalah sulitnya mendapatkan izin dari pemerintah daerah. Dengan padatnya agenda biaya makan bagi tamu undangan, maka hal ini juga bisa ditekan.

“Kateringnya juga disesuaikan dengan tamu undangan dan programnya baru berlaku sampai kontrak ditandatangani. Selain itu, anggaran bisa dihemat hingga 50 persen,” kata Fiqh.

3.Resepsi virtual
Konsep resepsi virtual juga harus diperhatikan bahkan direkomendasikan untuk calon pengantin jika masih ingin mengundang banyak orang ke pesta pernikahan.

Tidak diperlukan kehadiran fisik dalam kasus ini, tetapi acara dapat dilanjutkan secara seremonial jika penyelenggara pernikahan yang dipilih memiliki teknologi dan keterampilan video yang canggih.

“Tamu yang tidak bisa hadir secara langsung tetap bisa menikmati acara tersebut. Bahkan, kini tersedia berbagai platform untuk transmisi video. Tidak hanya zoom, tapi juga live di Instagram,” kata Fiqih.

Fiqh mengatakan biayanya juga tidak terlalu tinggi, karena banyak penyelenggara sekarang menawarkan paket pernikahan intim di mana pengantin dapat menikmati fasilitas pernikahan virtual, dekorasi rumah, tata rias, dokumentasi, dan bahkan makanan untuk porsi tertentu.“Anggaran untuk acara nikah biasanya berkisar antara Rp 7 hingga Rp 20 jutaan, tergantung paketnya,” ujarnya.

4. Akad di KUA atau Rumah Ibadah
Terakhir dan yang tak kalah penting adalah menentukan tempat untuk melaksanakan akad. Calon pengantin bisa melakukan akad di KUA dan tak perlu menyediakan anggaran khusus untuk dekorasi dan lain-lain. Sementara acara makan-makan dan bercengkerama dengan tamu undangan bisa dilakukan di salah satu restoran atau tempat makan yang telah dipesan secara khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *