Ilustrasi Jaga Jarak Aman

Panduan Jaga Jarak Aman Berkendara Dijalan Raya

Bukan sekedar perlengkapan keselamatan seperti sabuk pengaman dan helm. Saat berkendara, pengemudi juga harus mewaspadai aspek lain di jalan raya, salah satunya adalah jarak aman.
Mempertahankan jarak aman yang sesuai dapat melindungi pengemudi dari risiko pengereman mendadak kendaraan di depan, yang dapat menyebabkan kecelakaan yang berurutan.

Selain itu, jarak aman juga mencegah sepeda motor masuk ke blind spot kendaraan di depan, terutama kendaraan besar seperti truk.
Hal lain yang harus diwaspadai adalah kondisi hujan dan jalanan basah. Butuh waktu lebih lama dan ekstra hati-hati saat melakukan pengereman di jalan licin dibandingkan di kondisi kering.

Departemen Perhubungan telah melakukan sosialisasi jarak aman dan jarak minimum kendaraan secara umum melalui akun media sosialnya beserta reviewnya.

– Kecepatan 30 km / jam – Jarak minimal 15 meter, jarak aman 30 meter

– Kecepatan 40 km / jam – Jarak minimal 20 meter, jarak aman 40 meter

– kecepatan 50 km / jam – jarak minimal 25 m, jarak aman 50 m

– Kecepatan 60 km / jam – Jarak minimal 40 meter, jarak aman 60 meter

– Kecepatan 70 km / jam – Jarak minimal 50 m, jarak aman 70 m

– Kecepatan 80 km / jam – Jarak minimal 60 meter, jarak aman 80 meter

– Kecepatan 90 km / jam – Jarak minimal 70 meter, jarak aman 90 meter

– kecepatan 100 km / jam – jarak minimal 80 meter – jarak aman 100 meterJarak minimum adalah jarak terpendek yang mungkin tidak ditempuh antara kendaraan belakang dan depan. Selain

jarak di atas, Anda juga bisa memperkirakan jarak aman dari kendaraan di depan dalam satuan waktu, yaitu kurang lebih 3 detik. Pengaturan jarak aman juga diatur dalam Pasal 62 PP no. 43 tahun 1993 tentang tata cara lalu lintas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *