Denda BPJS Dihapus Selama Pandemi, Benarkah?

Ada kabar bahwa pemerintah telah memberikan bantuan kepada peserta BPJS Kesehatan yang tertinggal di tengah pandemi COVID-19. Denda ditangguhkan sementara. Benarkah itu?
Dalam Perpres 64/2020, pemerintah memang menawarkan insentif untuk amandemen kedua atas Perpres 82/2018 tentang jaminan kesehatan. Padahal Perpres juga mengatur tentang kenaikan iuran. Namun, Direktur Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf menegaskan, insentif yang ditawarkan bukanlah penghapusan denda.

“Betul, tidak ada denda. Denda hanya dikenakan untuk rawat inap di rumah sakit dalam waktu 45 hari setelah aktivasi karena tindak pidana. Selain itu, tidak ada denda,” ujarnya ,Kamis (20/8/2020).

Perpres juga menyatakan denda sebesar 5% dari perkiraan biaya paket Indonesia untuk kelompok berbasis kasus, berdasarkan diagnosis awal dan prosedur untuk setiap bulan yang menunggak. Khusus tahun 2020, hanya setengahnya yang akan diberlakukan, yaitu 2,5%.

“Tahun 2020 masih 2,5%, sama seperti tahun lalu. Denda 5% baru berlaku 2021,” ujarnya.
Untuk melegakannya sendiri, peserta yang sudah ketinggalan bertahun-tahun hanya perlu tertinggal 6 bulan agar keanggotaannya bisa aktif kembali.

Artinya, kewajiban membayar tunggakan bisa aktif jika sudah melunasi tunggakan minimal 6 bulan. Misalnya ada peserta yang menunggak 3 tahun. Sesuai ketentuan Perpres, dihitung tunggakan 24 bulan. Tapi untuk tahun 2020 tunggakan hanya 6 bulan bisa langsung aktif. Sisa yang belum lunas masih menunggak, jelasnya

Dalam pasal 42 ayat 3a, tertulis untuk tahun 2O2O bahwa penghentian sementara jaminan untuk peserta sehubungan dengan akhir akan berakhir dan status partisipasi aktif akan kembali untuk maksimal 6 bulan setelah peserta membayar iuran bulanan yang terhutang.

Pembayaran iuran dapat dilakukan pada bulan di mana peserta ingin partisipasinya kembali aktif dan memanfaatkan manfaatnya. Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa sisa tunggakan dari 6 bulan premi yang telah dibayarkan masih menunggak untuk dibayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *