Begini Cara Menyimpan Uang Baru Nominal 75 Ribu Agar Tidak Mudah Rusak

Masyarakat harus berhati-hati merawat uang kertas baru 75.000 rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia (BI). Apalagi bagi orang yang ingin menjadikannya lebih sebagai koleksi daripada alat transaksi.
Pasalnya, uang yang dicetak untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-75 Indonesia itu hanya diterbitkan dalam jumlah terbatas, hanya 75 juta keping.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Numismatik Indonesia, Ali Budiono, mengatakan ada sejumlah tips untuk membantu rupiah edisi khusus itu. Pertama-tama, jangan memasukkan uang ke dalam dompet atau saku, yang dapat menyebabkan kerutan dan bahkan air mata.

Menurutnya, hal tersebut sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat, terutama mereka yang pernah mendapat kesempatan untuk mendapatkan mata uang rupiah edisi khusus.

“Saya dapat laporan dan melihat sendiri banyak orang yang mendapatkannya dari BI langsung masuk ke dompetnya. Tidak. Seharusnya, ada plastik dari BI, jangan keluarkan. Jaga tetap rapi, mungkin taruh di buku atau map kalau perlu, “ujarnya, Rabu (19/7).

Padahal, lanjut Budi, mata uang rupiah khusus tersebut merupakan alat pembayaran yang sah dan bisa digunakan untuk instrumen transaksi biasa. Namun, karena hanya dikeluarkan pada acara-acara khusus atau dalam rangka memperingati, pecahan Rp 75.000 dianggap istimewa. Selain itu, uang juga menjadi sarana pengembangan numismatik (koleksi uang) di Indonesia.

Oleh karena itu, kualitasnya harus dijaga, karena dalam kondisi tertentu uang dapat dijual dengan nilai nominal yang lebih tinggi.
“Sayang kalau rusak, ini edisi khusus. Sangat terbatas dan beberapa tahun kemudian ada nilai investasi karena perlu perawatan yang tepat,” imbuh Budi.

Kedua, ia menyarankan untuk menyimpan uang dalam plastik kedap udara agar uang tidak berjamur dan warnanya pudar. Ia juga menyarankan agar tempat penyimpanan uang sebaiknya tidak bersuhu lembab.

“Kalau tidak, kertas bisa menjadi rapuh dan tampak berjerawat. Seperti koran. Namun, jika dimasukkan ke dalam plastik dan ditutup rapat, akan aman dalam waktu lama,” imbuhnya.

Namun, dia tidak menyarankan pemilik edisi khusus melaminasi uang tersebut untuk menjaga ketahanannya, terutama terhadap air. Ini dapat membuat uang tidak berharga karena bahannya dianggap rusak.

Selain itu, dia tidak merekomendasikan penggunaan bahan kimia tertentu untuk mencuci uang. Karena akibatnya uang akan cepat busuk dan hancur. “Biarkan uang asli apa adanya karena kalau dicuci, kalau tidak digunakan dengan benar, bahan kimianya malah musnah,” jelasnya.

Hal senada juga dilihat Aliung, seorang kolektor uang tua asal Solo. Ia berpesan kepada masyarakat agar memiliki tempat khusus menyimpan uang berupa bingkai atau tempat seperti album foto.
Atau kalau punya uang koleksi sedikit, orang bisa menggunakan plastik mika khusus untuk uang yang dijual di e-commerce. “Harganya tidak mahal, hanya Rp 10.000,” ujarnya.

Sementara itu, lembar uang kertas khusus hingga 50 lembar bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 50-75 ribu. “Sebetulnya tidak mahal untuk sebuah hobi, ditambah lagi uang itu memiliki nilai jual tersendiri ketika menjadi barang milik kolektor,” ujarnya.

Kata Kunci Popularagar mudah dapat uang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *