IPB Tertinggi, Kemendikbud Umumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi

Institut Pertanian Bogor (IPB) menempati urutan pertama dalam klaster perguruan tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2020.
Laporan resmi dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di @ ditjen.dikti menyebutkan ada 15 klaster yang diklasifikasikan di Klaster 1.

Pengelompokan ini berdasarkan banyaknya rating yang diterima oleh masing-masing universitas. Skor tersebut diperoleh dari sejumlah indikator. Dibandingkan perguruan tinggi lain, IPB meraih poin terbanyak, yakni 3.648.

Daftar 15 universitas adalah sebagai berikut:

BACA JUGA  Syekh Ali Jaber Ucapkan Terimakasih Setelah Dijenguk Menkopolhukam

1. Institut Pertanian Bogor dengan skor 3,648.

2. Universitas Indonesia dengan skor 3,414.

3. Universitas Gadjah Mada dengan skor 3,315.

4. Universitas Airlangga dengan skor 3,299.

5. Institut Teknologi Bandung dengan skor 3,275.

6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan skor 3,218.

7. Universitas Hasanuddin dengan skor 3,161.

8. Universitas Brawijaya dengan nilai 3,161.

9. Universitas Diponegoro dengan skor 3,111.

10. Universitas Padjadjaran dengan skor 3,007.

11. Universitas Sebelas Maret dengan skor 2,930.

BACA JUGA  Akhirnya Polisi Periksa Rombongan Pesepeda Viral Yang Masuk Tol

12. Universitas Negeri Yogyakarta dengan nilai 2.908.

13. Universitas Andalas dengan skor 2.860.

14. Universitas Sumatera Utara dengan skor 2,792.

15. Universitas Negeri Malang dengan skor 2,747.

Akumulasi ini dihasilkan dari sejumlah indikator yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Indikator tersebut berupa masukan, proses, keluaran dan hasil.
Indikator “Input” terdiri dari persentase dosen bergelar doktor, persentase dosen pada jabatan ketua dan guru besar, rasio jumlah dosen dengan jumlah mahasiswa, jumlah mahasiswa asing dan jumlah dosen yang telah bekerja sebagai praktisi di industri setidaknya selama 6 bulan

BACA JUGA  BMKG : Peringatan Cuaca Extrim Di Beberapa Daerah Hari Ini

Sembilan indikator digunakan pada aspek “Proses”, antara lain akreditasi kelembagaan, akreditasi program studi, pembelajaran online, kerjasama di bidang perguruan tinggi, kelengkapan laporan PDDIKTI, jumlah program studi yang bekerjasama dengan DUDI, NGO atau QS Top 100 WCU menurut bidang studi, jumlah Jumlah mahasiswa yang mengikuti program pembelajaran mandiri adalah jumlah mahasiswa yang mengikuti program pembelajaran mandiri.

Selain itu, terdapat empat indikator yang digunakan pada aspek output yaitu jumlah indeks artikel ilmiah per dosen, kinerja penelitian, prestasi mahasiswa dan jumlah program studi yang telah mendapatkan akreditasi atau sertifikasi internasional.

BACA JUGA  Besok Kemenag Gelar Upacara Bendera Serentak, Peringati Hari Santri

Lima indikator digunakan dalam aspek “Hasil”, antara lain kinerja inovasi, jumlah sitasi per dosen, jumlah paten per dosen, kinerja pengabdian masyarakat dan persentase lulusan universitas yang mendapatkan pekerjaan dalam waktu 6 bulan.

Tujuan Klasterisasi

Kemendikbud mengatakan klasterisasi dilakukan dengan tujuan memberikan landasan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan perguruan tinggi untuk terus melakukan perbaikan guna meningkatkan kinerja dan kesehatan organisasi. Tahun ini, sebanyak 2.136 perguruan tinggi Indonesia masuk dalam clustering.

Harapan Dikti

BACA JUGA  Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Korps Brimob Pasukan Elit Polri

Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti) Nizam berharap lima belas perguruan tinggi yang tergabung dalam Klaster I bisa memajukan perguruan tinggi di klaster bawah.

“Kami berharap 15 PTN-Cluster 1 dapat mendukung perguruan tinggi di cluster bawah sekaligus meningkatkan kualitasnya”, ujar Nizam saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (18/8/2020).
Hasil clustering universitas 2020 yang lebih lengkap juga akan tersedia secara online mulai Selasa (18 Agustus 2020) di tautan https://klasterisasi-pt.kemdikbud.go.id.

Leave a Comment