Berikut 6 Cara Pastikan Keaslian Smartphone Anda

Kasus PS Store membuka mata kami terhadap paparan konsumen yang rentan terhadap ponsel ilegal. Ada cara untuk mengecek atau tidak mengecek ponsel ilegal saat hendak membelinya.
Pengamat gadget, Lucky Sebastian juga mengomentari kasus yang menyeret pemilik toko PS Putra Siregar keluar. Menurut Lucky, konsumen perlu mengedukasi diri agar terhindar dari pembelian ponsel ilegal.

Berikut 6 cara mengecek atau tidak mengecek ponsel ilegal:

1. Jangan tertipu dengan kemasan, apapun bisa dipalsukan
Pertama-tama, jangan biarkan kemasannya membuat Anda bingung. Handybox dengan segala kehalusannya dapat dipalsukan. Orang awam sulit membedakannya.
“Orang awam sulit mengenali sifat fisiknya, mulai dari kotak hingga plastik bisa dipalsukan,” kata Lucky, Rabu (29 Juli 2020).

2. Periksa nomor IMEI
Menurut Lucky, cara termudah untuk mengenali ponsel ilegal adalah dengan mengecek nomor IMEI. Harus ada nomor IMEI di bagian belakang kotak, meskipun itu adalah ponsel kedua atau masa garansi telah habis.“Terus coba masukkan * # 06 #, nomornya akan muncul. Cocokkan yang ada di kotak,” kata Lucky.Tentunya pas di bagian belakang ponsel juga. Biasanya nomor IMEI juga tertera di sana.

3. Periksa sertifikat SDPPI
Selain nomor IMEI, Handybox juga harus memuat nomor sertifikat SDPPI (Sumber Daya dan Perangkat Pos Kominfo dan Teknologi Informasi). Lucky meminta konsumen untuk tidak lupa mengecek label kecil bertuliskan “SDPPI”.
“Kita tinggal mengecek apakah ada SDPPI atau tidak. Ada kode QR di stiker luar yang bisa di-scan ke website GD Postel. Ada pabrikan dan tipe mana yang bisa dicek,” kata Lucky.

4. manual bahasa indonesia
Ponsel legal yang dijual di Indonesia harus menyertakan manual berbahasa Indonesia. Jadi jangan lupa untuk memeriksanya.

5. Cobalah untuk membeli dari toko resmi
“Cek listingan toko resminya di situs,” kata Lucky. Pergi saja ke tempat di dekat Anda.
Katanya coba beli di sana. Tetapi jika Anda tidak bisa, ada banyak toko umum yang menjual barang legal. Cek saja 4 poin sebelumnya.

6. Harus curiga dengan harga yang murah
“Mau bergaya tapi dengan harga murah? Ya, coba pikirkan lebih jernih,” kata Lucky.
Menurutnya, masyarakat kerap tergiur dengan harga. Apalagi untuk brand ternama yang meningkatkan reputasi kita. Namun jangan lupa gunakan akal sehat dan cari tahu harga pasar di e-commerce terlebih dahulu.

“Mungkin tidak akan laku dengan harga segitu. Kalau benar-benar murah, bisa jadi dicurangi atau sudah usang,” katanya.
Di akhir kasus PS Store, Lucky memberi saran konsumen untuk dipikirkan. Ponsel cerdas ideal kami sering dibeli dengan uang tabungan dan digunakan selama mungkin. Ya, uang itu dihabiskan untuk membeli ponsel ilegal yang kemudian menjadi masalah, termasuk layanan pelanggan.

“Dengan membeli perangkat legal, kami tidak hanya akan memenuhi kewajiban kepada negara melalui pajak, tetapi juga lebih aman. Smartphone yang kami beli berkualitas tinggi karena telah melewati serangkaian uji dan suku cadang yang terverifikasi nyata,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *