Tips Mencuci Masker Kain Agar Bisa Dipakai Kembali

Bagi masyarakat yang sedang mengalami pandemi, penggunaan masker kain dianggap wajib untuk melindungi seseorang dari penularan covid 19 atau penularan penyakit.
Salah satu alasan mengapa masker kain lebih disukai untuk penggunaan masyarakat umum adalah karena masker ini mudah digunakan dan dicuci berulang kali.
Ini berbeda dengan masker bedah sekali pakai yang bila digunakan oleh masyarakat dapat mengganggu persediaan masker untuk tenaga kesehatan dan orang sakit. Mereka juga hanya sekali pakai.

Dalam dialog yang dilakukan Graha BNPB, Jakarta, yang ditulis beberapa waktu lalu, Sabtu (15 Agustus 2020), Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu menyebutkan maksimal pemakaian masker kain biasanya 4 jam. Saat digunakan, benda tersebut kemudian harus dicuci.

“Masker kain ini berbeda dengan masker medis. Dapat digunakan kembali. Baru setelah digunakan kita harus mencucinya dengan air hangat bersuhu sekitar 60 derajat (Celcius),” kata Riskiyana.
Setelah itu beri detergen atau pembersih, gosok dan bersihkan. Keringkan masker setelah dicuci dan kemudian jemur di bawah sinar matahari. Riski mengatakan masker kain bisa disetrika.

Riski menambahkan, setelah membersihkan masker, masyarakat tidak boleh lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air. Ini juga berlaku jika seseorang akan menggunakannya lagi.
“Jadi masker kain bisa dipakai berulang-ulang asalkan tidak rusak, tidak sobek, dll,” kata Riski.
Dalam kesempatan itu, Riski mengumumkan hasil survei demografi Badan Pusat Statistik (BPS) tentang dampak COVID-19 menunjukkan bahwa 80 persen masyarakat pernah memakai masker.
“Tapi ada 20 persen, artinya tidak, artinya 20 persen bisa menjadi sumber penularan. Jadi harus ada sosialisasi, edukasi yang dilakukan bertahap.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *