Harus Tahu, Berikut Pengecualian Larangan Mudik Lebaran 2021

Harus Tahu, Berikut Pengecualian Larangan Mudik Lebaran 2021

Ada pengecualian untuk larangan mudik buat sejumlah pihak menjelang Idul Fitri atau Lebaran tahun 2021. Larangan itu diberlakukan untuk mengurangi risiko infeksi virus corona (COVID-19) yang terus menghantui masyarakat Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah sudah melarang mudik dari tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Penghapusan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Penyakit Coronavirus 2019 di Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Lalu apa saja pengecualian dari larangan mudik?

1. Daerah aglomerasi bisa mudik lebaran

Dalam keterangan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (4/8/2018), disebutkan bahwa pengecualian tersebut termasuk istilah kawasan aglomerasi pelarangan untuk mudik.

Aglomerasi sendiri diartikan sebagai kawasan di mana warga setempat diperbolehkan mudik lebaran.

Berikut ini adalah daftar 8 daerah yang diizinkan mudik lebaran.

1. Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro)
2. Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek)
3. Bandung Raya
4. Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi
5. Jogja Raya
6. Solo Raya
7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila)
8. Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros.

Baca juga: Libur Cuti Bersama Tetap Ada Walau Mudik Dilarang 6-17 Mei

2. Keadaan tertentu

Pengecualian larangan mudik juga berlaku bagi sejumlah kelompok masyarakat dengan syarat tertentu, yaitu:

1. Yang bekerja atau perjalanan dinas untuk ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, POLRI, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya
2. Kunjungan keluarga yang sakit
3. kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal dunia
4. Ibu hamil dengan satu orang pendamping
5. Kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping, serta pelayanan kesehatan yang darurat.

3. Kendaraan yang diizinkan

Meski sejumlah kendaraan dilarang mudik lebaran, masih ada pengecualian dari larangan mudik yang diberlakukan, antara lain:

1. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI
2. Kendaraan dinas operasional, berpelat dinas TNI/POLRI
3. Kendaraan dinas operasional petugas jalan tol
4. Kendaraan pemadam kebakaran, ambulan, dan mobil jenazah
5. Mobil barang dan tidak membawa penumpang
6. Kendaraan untuk kesehatan darurat, ibu hamil dan keluarga intinya akan mendampingi
7. Kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja imigran Indonesia, WNI, pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *