Orang yang Wajib Membayar Fidyah dan Jumlah yang Dibayarkan

Fidyah adalah denda yang harus dibayarkan karena meninggalkan kewajiban atau melakukan sesuatu yang dilanggar.

Termasuk di bulan puasa Ramadhan, orang yang meninggalkan kewajiban berpuasa karena hal tertentu bisa tunduk pada fidyah.

Daftar isi

Ketentuan orang yang wajib membayar fidyah, dalam hal ini karena meninggalkan puasa Ramadhan, yaitu:

1. Orang yang sudah tua atau lansia

Orang tua yang tidak bisa lagi berpuasa harus menggantinya dengan membayar fidyah tanpa puasa.

Tidak mampu yang dimaksud adalah ketika dipaksakan berpuasa maka akan menimbulkan kesulitan yang memperbolehkan tayamum.

2. Orang yang sakit parah

Rinciannya sesuai aturan para orang tua yang tidak bisa lagi berpuasa. Orang-orang dalam kategori ini tidak diharuskan berpuasa di bulan Ramadhan atau di luar Ramadhan.

BACA JUGA  Waspadai Resiko Kurang Gerak Karena Jalani Work From Home

Namun, orang sakit yang masih berkesempatan sembuh hanya diwajibkan mengqadha puasa dan tidak perlu membayar fidyah.

3. Wanita hamil dan menyusui

Jika seorang wanita mengkhawatirkan kondisi janin atau bayinya saat berpuasa, maka ia boleh meninggalkannya dan harus membayar fidyah.

Namun jika ia mengkhawatirkan kondisi janin / bayinya dan juga mengkhawatirkan kondisinya sendiri, ia tidak wajib membayar fidyah.

4. Orang yang sudah meninggal

Ahli waris orang yang telah meninggal dan masih berhutang untuk puasa Ramadhan:

BACA JUGA  7 Tips Agar Tubuh Tetap Segar Saat Puasa Ramadhan

a. Tidak wajib membayar fidyah karena usia tua dan tidak sempat menjalankan puasa. Ahli waris tidak harus membayar fidyah dan tidak harus berpuasa untuk almarhum

b. Wajib membayar Fidyah apabila meninggal karena usia tua dan mempunyai waktu untuk mengqadha ibadah puasa tetapi tidak melakukannya.

Berdasarkan pendapat baru Imam Syafi’i, ahli waris bisa memilih antara membayar fidyah atau puasa bagi almarhum karena kondisi tersebut. Pendapat ini didukung oleh ulama Tarjih yang berpengalaman.

BACA JUGA  Kesalahan Olahraga Dirumah Yang Bikin Perut Gagal Sixpack

Pembayaran fidyah dilakukan ketika harta benda (tirkah) almarhum cukup untuk membayar fidyah. Jika tidak cukup, maka membayar fidyahnya adalah sunnah.

5. Orang yang terlambat mengqadha

Orang yang belum mengqadha puasa Ramadhan dan tidak dapat mengqadhanya karena telah datang bulan Ramadan berikutnya, maka diwajibkan membayar fidyah.

Kategori ini berlaku bagi orang-orang yang sebetulnya mungkin untuk mengqadha puasa.

Namun, apabila seseorang terkena uzur dan tidak dapat mengqadha puasanya sebelum bertemu bulan Ramadhan berikutnya, maka ia tidak diwajibkan fidyah, melainkan hanya mengqadha puasanya saja.

BACA JUGA  Berbelanja Online Jadi Lifestyle Baru Disaat Pandemi Covid-19

Menurut Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam kitab al-Fiqih al-Islami wa Adillatuhu, untuk satu hari puasa yang ditinggalkan, seseorang wajib menggantinya dengan fidyah senilai satu mud atau setara dengan 675 gram/6,75 ons.

Fidyah dibayarkan dengan bahan makanan pokok, apabila di Indonesia maka menggunakan beras. Namun, Syekh Ali Jumah dalam kitab al-Makayil wa al-Mawazin al-Syar’iyyah berpendapat bahwa satu mud setara dengan 510 gram atau 5,10 ons.

Fidyah wajib diberikan untuk fakir atau miskin. Setiap mud yang dibayarkan merupakan ibadah yang terpisah sehingga untuk membayar fidyah senilai 5 mud pun boleh diberikan kepada satu fakir atau miskin.

BACA JUGA  Penyakit Yang Akan Muncul Apabila Anda Malas Bersihkan Tempat Tidur

Leave a Comment