Keindahan yang Tersembunyi Desa Sawai dari Maluku

Indonesia memang sudah terkenal dengan pantainya yang indah dan memanjakan mata. Pantas saja beberapa di antaranya menjadi tempat liburan top. Salah satunya adalah Indonesia Timur yang menjadi tujuan liburan terbaik saat ini.

Potensi keindahan alam di kawasan timur Indonesia sudah diakui indah oleh banyak wisatawan. Seiring waktu, semakin banyak turis mengarahkan tujuan mereka ke sana karena promosi menjadi lebih intens. Desa Sawai di Pulau Seram Maluku adalah salah satunya.

Desa ini berbatasan dengan Taman Nasional Manusela dan memiliki keindahan yang tersembunyi. Desa Sawai merupakan desa tertua di Maluku, meski belum ada literatur resmi yang menyebutkannya. Menurut cerita warga sekitar, desa ini pertama kali dibangun oleh para pedagang Arab yang datang ke Pulau Seram.

BACA JUGA  Ayo gunakan tema kemerdekaan untuk mendapatkan diskon wisata di Bandung

Keindahan alam yang terawat dan terawat dengan baik menjadikan desa wisata ini menarik untuk dikunjungi. Lautnya tenang dan jernih berwarna kebiruan sehingga pemandangan ikan-ikan kecil dan biota laut bisa dikenali dengan jelas.

Dikutip dari Travelingyuk, Senin (22/3), banyak aktivitas yang bisa dilakukan di desa wisata ini seperti berenang di laut yang tenang, snorkeling di tempat mirip Ha Long Bay di Vietnam atau trekking ke Bukit Bendera untuk melihat-lihat pulau seram dari ketinggian yang luar biasa.

BACA JUGA  5 Destinasi Wisata Bahari Di Sulawesi Tenggara

Desa Sawai terletak di sebelah Taman Nasional Manusela, rumah bagi 117 jenis burung, 14 di antaranya endemik, yaitu nuri kakatua, muskrat ungu tengkuk, kakatua Maluku, dan lain-lain.

Anda menjelajahi hutan, memanjat, dan mengamati tumbuhan dan hewan seperti rusa atau burung. Karena Taman Nasional Manusela juga berada di kawasan Gunung Binaiya, maka sangat cocok untuk pendakian.

Desa Sawai secara administratif berada di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Cara menuju desa ini adalah dari Bandara Pattimura Ambon menuju Pelabuhan Tulehu. Setelah itu, naik kapal feri ke Pelabuhan Amahai di Pulau Seram.

BACA JUGA  Destinasi Wisata Alam di Wonosobo, Telaga Warna hingga Bukit Sikunir

Setelah 3 jam perjalanan, Anda akan sampai di Horale dan melanjutkan perjalanan naik perahu nelayan ke desa Sawai. Tidak ada biaya masuk ke desa, hanya transportasi dan akomodasi yang diperlukan jika Anda bermalam.

Sementara itu, jika ingin bermalam, siapkan kantong untuk akomodasi di laut mulai dari Rp 250.000 per malam.

Leave a Comment