Niat, Keutamaan Serta Hukum Asal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syaban 1442 Hijriah

Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syaban 1442 Hijriyah jatuh pada tanggal 27, 28, dan 29 Maret 2021. Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang dilakukan tiap pertengahan bulan hijriah.

Sebelum melaksanakan puasa sunnah ini, Muslim perlu mengetahui bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh:

Berikut lafal niat Puasa Ayyamul Bidh:

نويت صوم غد ايام البيض سنة لله تعالى.

Nawaitu Shauma Ghadin Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta’ala.

Artinya: Saya niat berpuasa besok pada hari-hari putih sunnah karena Allah Ta’ala.

BACA JUGA  Berikut Ini Tata Cara dan Doa Ziarah Kubur Sesuai Sunah

Puasa Ayyamul Bidh memiliki banyak keutamaan seperti yang disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi. “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka seolah-olah dia seperti orang yang berpuasa selama-lamanya (sepanjang masa).

Penjelasannya adalah bahwa seperti yang disebutkan dalam hadits-hadits yang lainnya bahwa amalan setiap muslim itu dilipatkandakan 1 berbanding sepuluh. Satu amalan dianggap 10 amalan.

Jadi orang yang berpuasa tiga hari dianggap berpuasa 30 hari. Jadi dia dianggap berpuasa sepanjang bulan itu, sepanjang tahun itu, dan selamanya.

BACA JUGA  Cara Agar Kaca Mata Tidak Berembun Saat Anda Memakai Masker

Hukum Puasa Ayyamul Bidh

Hukum puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah untuk dibiasakan setiap bulan. Dasarnya adalah hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Di antaranya adalah sebagai berikut :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallaahu ‘anhu bahwa dia berkata : “Kekasihku, yaitu Rasulullah SAW memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal, yaitu : berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan shalat dua raka’at dhuha dan melaksanakan shalat witir sebelum tidur”.

HR (Bukhari, VII, hal 98, hadits no. 1845 dan Muslim, IV, hal. 48, no. 1182) Dalam hadits lain diriwayatkan dari Mu’adzah Al ‘Adawiyah bahwa dia bertanya kepada Aisyah, istri Rasulullah SAW : “Apakah Rasulullah SAW berpuasa tiga hari setiap bulan ?”. Dia berkata : “Ya”. Dia bertanya : “Pada hari bulan apa saja dia berpuasa ?”. Dia berkata : “Dia tidak mempedulikan bulan apa pun untuk berpuasa”.

BACA JUGA  Cara Mudah Merawat Tanaman Caladium, Monstera, dan Aglonema

HR Muslim, III, hal. 166, no. 2801) Dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB, Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan tiap tengah bulan. Artinya puasa sunnah yang dijalankan pada hari ke 13, 14 dan 15 setiap bulan (kalender Hijriah) baik bulan itu berumur 29 hari atau 30 hari. Imam Bukhari menulis sebuah bab di dalam Kitab Shahihnya dengan judul : “puasa hari-hari bidh (hari putih/purnama)”, hari ke 13, 14 dan 15).

BACA JUGA  Kebiasaan Tidur Yang Buruk Berdampak Pada Berat Badan

Asal Usul Puasa Ayyamul Bidh

Dinamai ayyamul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi. Riwayat Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong.

Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15). Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badan Nabi Adam As menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih. Wallahu A’lam.

BACA JUGA  Bacaan Doa Akhir dan Awal Tahun Baru 2020 dalam Islam

Leave a Comment