Imam Masjid Al Aqsa Dibebaskan Usai Ditahan Israel Beberapa Jam

Otoritas Israel menangkap salah satu imam di masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Sheikh Ekrima Sabri, selama beberapa jam pada Rabu pagi (10/3). Sekarang dia telah dibebaskan.

Polisi dan agen intelijen Israel menangkap Sabri setelah menggeledah rumahnya di Yerusalem Timur.

Berbicara kepada Anadolu setelah dibebaskan, Sabri mengatakan pasukan keamanan Israel menggeledah rumahnya dan menangkapnya karena berencana menghadiri peringatan Isra Miraj di daerah Bab Al-Rahma di Yerusalem.

Sabri mengatakan dia dituduh melanggar putusan pengadilan Israel yang menutup gerbang Bab al-Rahma dikomplek Masjid Al-Aqsa.

BACA JUGA  Debat Pertama Mike Pence-Kamala Harris Di Mulai Hari Ini

Faktanya, pada Februari 2019, lembaga yang dikelola Yordania yang melindungi Al-Aqsa, otoritas keagamaan Wakaf, mengumumkan pembukaan kembali gerbang Bab Al-Rahma setelah ditutup selama 16 tahun.

Sejak gerbang dibuka kembali, polisi Israel telah memerintahkan beberapa kali untuk mengusir jemaah masjid dari wilayah tersebut.

Sabri menganggap alasan mengapa otoritas Israel menangkapnya sebagai “sepele”. Dia juga mengatakan kepada otoritas Israel bahwa Masjid Al-Aqsa masih terbuka untuk layanan sholat dan upacara keagamaan dapat diadakan di bagian mana pun.

BACA JUGA  Penembak Misterius Saat Unjuk Rasa Kasus Jacob Blake Terungkap

“Ini adalah posisi saya, dan dinas intelijen tidak dapat menuntut saya dengan apa pun yang pantas untuk dirujuk ke pengadilan,” kata Sabri.

Sabri telah ditangkap beberapa kali di masa lalu oleh otoritas Israel. Israel pernah melarang imam berusia 82 tahun itu memasuki masjid Al-Aqsa selama beberapa bulan.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam setelah Masjidil haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

BACA JUGA  Arab Saudi Akan Buka Kembali Ibadah Umroh Secara Bertahap

Sementara itu, kaum Yahudi juga menganggap Kompleks Al-Aqsa sebagai Temple Mount, tempat dua kuil Yahudi berdiri pada zaman dahulu.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada selama Perang Arab-Israel 1967. Israel mencaplok seluruh Yerusalem pada tahun 1980 dalam suatu tindakan yang tidak pernah diakui sebagai tindakan yang sah oleh komunitas internasional.

Leave a Comment