Rekam Jejak Gubernur Sulawesi Selatan yang Kena OTT KPK

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan sejumlah lainnya di Sulawesi Selatan pada Sabtu, 27 Februari 2021.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah pernah menjabat Bupati Bantaeng selama dua periode.

Nurdin telah memimpin pemerintahan Bantaeng selama kurang lebih 10 tahun dan dinilai cukup berhasil dalam menata daerah yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Kota Makassar itu.

Bahkan, Nurdin mendapatkan Anugerah Antikorupsi Bung Hatta 2017 dari Anugerah Antikorupsi Bung Hatta (BHACA) pada 2017.

BACA JUGA  DPR Desak Kemlu Panggil Dubes Prancis Terkait Pernyataan Macron

Penghargaan diberikan oleh BHACA kepada Nurdin yang pada saat itu terus berupaya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan bertanggung jawab serta dapat menjadi inspirasi bagi upaya pemberantasan korupsi di lingkungannya.

Nurdin, Gubernur dengan gelar profesor dan Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Nurdin yang bekerja dengan Andi Sudirman Sulaiman, adik mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, memenangkan pertarungan politik dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan dan wakil gubernur 2018.

BACA JUGA  Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK Dibandara Soekarno-Hatta

Nurdin-Sudirman yang saat itu diusung oleh PDIP, PAN dan PKS berhasil mengungguli sejumlah pasangan calon yang bersaing seperti Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo.

Nurdin Abdullah memasuki tahun ketiga masa jabatannya sebagai gubernur dan bernasib malang. Pada Sabtu, 27 Februari 2021, tim KPK menangkapnya di kediaman dinasnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar.

Nurdin dibawa ke Jakarta bersama beberapa tersangka lainnya beserta uang tunai sebagai barang bukti.

BACA JUGA  Jadi Tersangka Korupsi Bansos , Kekayaan Mensos Capai Rp47 Miliar

Leave a Comment